(Opini)Desa Sungai Lumpur : Potensi Wisata dan Ekonomi

Desa Sungai Lumpur merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir Sumatera Selatan. Kecamatan Cengal sendiri terdiri dari 17 wilayah desa administratif, dengan cengal sebagai pusat kecamatannnya. Desa Sungai Lumpur sebagain besar teridiri dari rawa rawa dan sungai sehingga akses yang paling memungkinkan untuk masyarakatnya adalah melalui jalur air.

Berdasarkan geografinya wilayah sungai lumpur berada pesisir oki, dan oleh sebab itu salah satu fasilitas umum yang di miliki adalah pelabuhan dan pos polisi untuk memantu arus masuk masyarakat dan logistik.

Selain pada itu, mari kita lihat mengenai kehidupan masyarakatnya, yang menjadi sorotan adalah masyarakat sungai lumpur fasih berbahasa jawa. tentunya hal ini menarik penulis. Dalam beberapa kesempatan kunjungan hal ini tentunya sangat mungkin sekali terjadinya pencampuran budaya sehingga mempengaruhi bahasa dan budaya, selain itu juga masyoritas masyarkat disana bekerja sebagai nelayan atau pembudidaya ikan. Budidaya ikan ini dilakukan di tambak tambak ikan yang tersebar di desa sungai lumpur, bahkan penamaan tambak tambak ini di sebut di bagi dalam beberapa jalur, ada 1 sampai 12 jalur. Jalur jalur ini berfungsi sebagai lalu lintas untuk memobilitas hasil panen dan logistik.

Ada salah satu kebiasaan yang dilakukan para pembudidaya ini ketika musim panen datang, dimana orang yang memiliki tambak atau mereka yang akan panen hasil budidaya akan mengajak pembudidaya lainnya untuk membantu dalam proses panennnya. kebiasaan ini tentunnya sangat bagus untuk di ikuti dan di lihat oleh banyak orang karena mencerminkan budaya gotong royong, bahkan sehari sebelum panen orang orang sudah berkumpul untuk sekedar berbicara atau ramah tama, disinilah proses pencampuran budaya terjadi, karena orang jawa dan penduduk lokal berbaur tanpa memandang suku, mengunakan bahasa jawa atau bahasa lokal sudah menjadi hal biasa. kebiasaan ini menarik apabila kamu ingin belajar bahasa jawa dan ikut serta dalam panen hasil budidaya.

Terlepas dari hal itu, kecamatan cengal juga memiliki sebuah arkeologi Pada tahun 2015. Pada awalnya terjadi kebakaran lahan di wilayah Cengal yang mengungkap berbagai artefak arkeologis di Desa Ulak Kedondong. Penggalian liar yang juga terjadi setelahnya menemukan berbagai jenis artefak, sisa-sisa bangunan kayu, dan kepingan-kepingan papan perahu kuno dalam satu area yang luas. Temuan ini menunjukkan bahwa wilayah Teluk Cengal, termasuk Desa Sungai Lumpur, memiliki nilai sejarah yang signifikan, kemungkinan terkait dengan jaringan maritim masa Sriwijaya.https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/dpk/teluk-cengal-lokasi-bandar-sriwijaya/

Peta Desa Sungai Lumpur Kec. Cengal
Pata Lokasi Sungai Lumpur, Sumber : www. google.com/maps

Temuan dan kebudayaan serta letak yang stategis wilayah sungai lumpur tentunya berpotensi untuk menjadi pusat perekonomian dan jalur pariwisata. Pengembangan pelabuhan menjadi menjadi jalur maritim yang menghubungkan berbagai daerah seperti Kecamatan Tulung selapan, Cengal, Air Sugihan dan Bangka Serta Pulau Jawa harus segera di realisasikan. ditambah lagi adanya pulau maspari yang bisa di tempu dengan 1 jam perjalanan dari sungai lumpur tentunya akan menarik banyak wisatawan yang datang dan di harapkan menjadi pendapatan tambahan bagi masyarakat.

Upaya yang besar tersebut tentunya membutuhkan banyak dukungan dari masyarakat dan pemerintahan. Pelabuhan yang besar tentunya membutuhkan perbaikan jalur air setiap daerahnya. penulis beharap ini bisa teralistis, ditambah dengan adanya pemekaran wilayah yang mengabungkan beberbagai kecamatan untuk menjadi kabupaten baru tentunya pelabuhan sungai lumpur sudah seharusnya ada untuk menyongsong pertumbuhan ekenomi dan pendapatan pemerintah serta kemajuan pariwisata yang ada di sumatera selatan.

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *